7.400 e-Journal Diharapkan Terakreditasi Tahun 2019

Kegiatan Workshop Tata Kelola “online Journal System (OJS)” Menuju Jurnal Terakreditasi.

MAKASSAR, Kepritoday.com – Asesor Jurnal Kemenristek Dikti, Irwansyah menyatakan “7400 e-Journal Dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, di Targetkan dapat terakreditasi ditahun 2019”.

Hal ini dijelaskan pada Workshop Tata Kelola “online Journal System (OJS)” menuju jurnal terakreditasi di Aula LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, di Makassar, Kamis (4/4/2019), yang berlangsung dari jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 Wita.

Penyelenggaraan Workshop Online journal system atau OJS ini bertujuan untuk melakukan standarisasi pengelolaan jurnal di lingkungan LLDIKTI, dimana pengelolaan jurnal saat ini bertransformasi dari Jurnal Cetak menjadi Jurnal Online, jadi dibutuhkan pelatihan guna mempermudah perpindahan metode baru tersebut.

Pelatihan ini bertujuan juga untuk memudahkan dan memberikan pencerahan terhadap pengelola jurnal kampus dalam mengolah jurnal yang telah berbasis online, karena di era milenial ini segala sesuatunya termasuk rekam jejak dosen dan institusinya dapat dilihat melalui online.

Di Indonesia e-jurnal yang tercatat indeks Scopus berjumlah 48 dari seluruh bidang ilmu dari 3.000 Perguruan Tinggi, peluang sangat besar terbuka lebar bagi seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia untuk meningkatkan indeks jurnal secara internasional, lanjut Irwansyah yang juga Chief Editor Harlev (Hasanudin Law Review) serta Dewan Riset LPM UNHAS.

Harapannya dengan adanya pelatihan seperti ini memberikan semangat Terhadap Perguruan Tinggi, terutama pada pihak pengelola jurnal untuk dapat mengelola jurnal masing masing Prodi agar memenuhi syarat standarisasi serta dapat diikut sertakan dalam peluang e-jurnal yang ditargetkan sebanyak 7.400 jurnal yang akan terakreditasi.

Hadir pula pemateri Muhammad Ilham Bakhtiar yakni Associate Editor DOAJ Indonesia serta Editor and Chief of Educational and Technology (EST) yang memberikan simulasi teknik terkait pembuatan Jurnal online serta Ahsan Yunus managing Editor Hasanudin Law Review yang berbagi cara mendaftarkan jurnal tersebut agar dapat memperoleh ISSN atau nomor ijin jurnal online selayaknya ISBN pada jurnal Cetak.

Workshop ini termasuk banyak peminat, kegiatan yang ditargetkan hanya dihadiri sekitar 100 peserta dosen pengelola jurnal, namun yang menghadiri workshop ini mencapai sekitar 170 dosen lebih dari seluruh universitas di Sulawesi Selatan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top