1.000 Peserta Apel Kebangsaan Harlah Ansor Ke-84 di Sijunjung Siap Jaga NKRI dan Ulama

Kegiatan apel kebangsaan.

SIJUNJUNG (SUMBAR), Kepritoday.com – Sebanyak 1.000 peserta Apel Kebangsaan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sijunjung, menyatakan siap untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Nahdlautl Ulama.

Apel Kebangsaan yang digelar dalam rangka Harlah Ansor yang ke 84, Selasa (24/4) sekaligus rangkaian kegiatan Diklat Terpadau Dasar (DTD) ke III GP Ansor Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat yang dimulai Minggu (22/04) hingga Selasa (24/04) di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Instruktur Pelatih  Nasional Kepala Satuan Corps Provost Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pusat H. Ahmad Imam Kusnin, SH menyebutkan, kegiatan pendidikan dan pelatihan Ansor Banser di Kabupaten Sijunjung memperlihatkan tajinya kepada kancah nasional.

Dengan melaksanakan kegiatan Apel Kebangsaan dan pengkaderan yang terus menerus, Ansor Sijunjung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengkaderan Ansor secara nasional.

“Sebagai Banser sepuh saya bangga di bumi Lansek Manih ini berkibar marwah Banser yang bergelora. Apalagi materi yang disajikan bukan mengenai Ansor dan Ahlussunah Waljamaah saja, namun yang lebih bergairah adanya pengetahuan tentang bela negara dan ilmu jurnalistik,” kata Kusnin mantan wartawan Jawa Pos di Surabaya ini.

Ditegaskan Kusnin, Banser harus memiliki nilai-nilai siap, tanggap, aktual dan bertanggungjawab. Ini terlihat salah satu anggota instruktur pada DTD III merupakan suami dari salah seorang peserta perempuan yang mengikuti Diklat Terpadu Dasar III.

Pada prosesi melatih mental, peserta mengikuti alam rintang. Sang suami memperlihatkan rasa tanggung jawab,  siap dalam perintah dan tidak memandang siapa yang dilatihnya. Saat prosesi yang diperintahkan bahwa suami adalah instruktur alam rintang, sang suami membuktikannya.

“Prosesi alam rintang si suami malah menghardik dan mengamuk  pada peserta,  ternyata yang dihardik istrinya sebagai peserta dalam menguji mental. Si istri disuruh melewati rintangan kawat berduri sambil tiarap di dalam lumpur. Ini menandakan  suami siap dalan perintah dan bertanggungjawab atas amanah yang diberikan,  adil dalam melaksanakan tugas. Sebaliknya si istri pun tak memperlihatkan raut wajah kesal,  tidak terima. Walaupun si istri bermandikan lumpur dengan sangat menikmati prosesi pelatihan. Saat mengetahuinya, saya sempat kagum dan kaget. Ini pertanda NU di Kabupaten Sijunjung solid untuk menjaga NKRI dan Ulama,” pungkasnya.

Sekretaris PC GP Ansor Sijunjung Pebriyaldi menyebutkan, Apel Kebangsaan diikuti Ansor, Banser, Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Sijunjung. Sedangkan  DTD III diikuti 60 peserta dan ditambah 60 Banser yang mengikuti prosesi pembaretan.

“Ansor  Sijunjung optimis dalam membangun semangat menjaga aqidah Ahlussunah Waljamaah An-nahdiyah di bumi Lansek Manih. Apalagi pada prosesi DTD III,  ada 4 agenda besar. Pendidikan dan pelatihan Banser, pembaretan, Harlah Ansor ke 84 dan Apel Kebangsaan  yang dihadiri 1.000 peserta upacara dari dua Kabupaten yakni Sijunjung dan Dharmasraya,” kata Pebriyaldi mantan aktivis UIN Imam Bonjol Padang ini. (Doyx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top